Diah Irawaty
(Conference Chair)
Diah Irawaty
(Conference Chair)
Pendiri dan Koordinator LETSS Talk; Postdoctoral Research Fellow POWERE, Department of Social Anthropology, University of Manchester, UK
KCIF merupakan hub of knowledge dan site of political activism. Menginisiasi KCIF sejak awal, lalu bersama-sama anggota Komite KCIF2026 menyiapkan dan mengorganisasi KCIF tahun ini membuat saya bangga, bergairah, dan bersukacita untuk terus melanjutkan membangun tradisi akademik dan aktivisme feminis ini sebagai upaya kolonialisasi pengetahuan feminis dan menguatkan feminisme keseharian yang plural dan inklusif.”
Rose Merry Indrasari
(Sekretaris KCIF2026)
Relawan LETSS Talk dan Pengurus Yayasan Anak Bumi Dwipantara
“Kartini Conference on Indonesian Feminisms (KCIF) adalah rumah produksi pengetahuan dan media pertemuan gagasan dan pengalaman feminis yang beririsan dengan ragam isu sosial, terutama yang menyentuh kehidupan perempuan dan ragam gender lainnya. Jadi, KCIF bukan sekadar forum, tapi laboratorium gagasan dan solidaritas tempat belajar dan bertumbuh bersama.”
Farid Muttaqin
(Koordinator Program)
Co-Founder LETSS Talk
“Tidak banyak yang menyadari efek militerisme pada “pembunuhan” kepakaran dan intelektualisme, meski sesungguhnya bisa ditangkap jelas secara kasat mata melalui propaganda masif bahwa hanya institusi dan aparat militer yang bisa menyelesaikan semua masalah di negeri ini. Dari menangkap maling dan begal, kemacetan lalu lintas, anak-anak kurang gizi dan stunting, gagal panen, koperasi desa, mengurus perguruan tinggi, apalagi urusan nasionalisme, institusi dan aparat militer dianggap sebagai jagonya. Penyelenggaraan konferensi feminis di tengah menguatnya militerisme memberi pesan: proses berpengetahuan kritis yang mengakui keragaman kepakaran dan menghargai perkembangan intelektualisme dalam masyarakat harus terus hidup dan melawan.
Wahyu Tanoto
(Anggota Komite Program)
Ketua Perkumpulan Mitra Wacana
2025-2029
“Gerakan keadilan gender hari ini telah bertubrukan langsung dengan masalah paling mendasar: isi piring rakyat di akar rumput yang kian menipis. Itulah mengapa KCIF2026 begitu krusial.”
Valentina Sri Wijiyati
(Anggota Komite Program)
Relawan Forum JSTT, Mafindo, dan LETSS Talk; Teman Akses di Pelita Indonesia
"Senang sungguh masih bisa urun daya di KCIF2023, KCIF2024, KCIF2025, dan KCIF2026! KCIF masih merupa ruang refleksi, pengetahuan, dan advokasi istimewa nan langka. Ia inklusif dalam aneka dimensinya: diselenggarakan secara probono oleh para volunteer, partisipasi oleh siapa pun nirongkos, substansinya menjangkau dimensi detail HAM, dan kemudian arsipnya bisa diakses nirongkos pula oleh siapa pun, kapan pun, di mana pun! Dalam situasi batin kebangsaan Indonesia di 2026, ia makin bermakna!”
Valentina Yulita Dyah Utari
(Anggota Komite Program)
Relawan LETSS Talk dan Peneliti Senior The SMERU Research Institute
“Tidak habis-habisnya saya takjub dengan semangat kawan-kawan yang mengelola dan mengikuti KCIF. Ruang berbagi pengetahuan feminis Indonesia yang dibangun dengan semangat saling berbagi, mendengarkan, merawat, dan menguatkan ini menjadi mata air segar di tengah represi yang merajalela terhadap kebebasan berpikir.”
Sri Alem Br. Sembiring
(Anggota Komite Program)
Dosen Prodi Antropologi Sosial,
Universitas Sumatera Utara.
Peneliti ETNOGRAFIK Research Center (ERC) USU
"KCIF merupakan ruang kolaboratif yang mengintegrasikan pengetahuan lintas disiplin, meneguhkan inklusivitas, dan menjadikan keberagaman pengalaman manusia sebagai fondasi kekuatan kolektif."
Zulkifli Lubis
(Anggota Komite Program)
Dosen Prodi Antropologi Sosial, Universitas Sumatera Utara
Peneliti ETNOGRAFIK Research Center (ERC) USU
"KCIF2026 adalah momentum penting dalam percakapan lintas disiplin, lintas aktor, lintas gender, dan lintas generasi dalam mendorong inklusivitas, pluralisme, kesetaraan dan keadilan gender dalam beragam isu tematik di Indonesia. Keterlibatan ETNOGRAFIK Research Center (ERC) - Universitas Sumatera Utara sebagai bagian konsorsium tahun ini adalah hal yang sangat berharga.”
Wina Khairina
(Anggota Komite Program)
Departemen Antropologi,
Universitas Indonesia;
Program Studi Antropologi Sosial,
FISIP USU;
Peneliti ERC FISIP USU
“Senang sekali bisa hadir dan berpartisipasi dalam empat kali KCIF, baik sebagai presenter, peserta, dan komite. KCIF merupakan panggung pengetahuan di mana feminisme dan interseksinya dibicarakan oleh akademisi, praktisi, dan survivor dalam ruang aman bagi semua. Tentu sangat senang bisa terlibat mendorong isu generasional di percakapkan dalam forum KCIF2026.”
Muazim
(Anggota Komite Program)
Manager Program Mitra Wacana
“Sebuah kehormatan bisa bergabung di KCIF, ruang perjumpaan yang menggali, mengasah dan mengasuh gerakan feminis di Indonesia.”
Alfi Ramadhani
(Anggota Komite Program)
Koordinator Divisi Pendidikan dan Pengorganisasian Mitra Wacana
"KCIF bagi saya merupakan ruang dialog intelektual yang mempertemukan akademisi, peneliti, aktivis, serta anggota masyarakat, termasuk ibu rumah tangga, untuk mendiskusikan dan mengartikulasikan berbagai isu feminisme dari beragam perspektif.”
Wiji Nurasih
(Anggota Komite Program)
Koordinator Divisi Riset dan Advokasi
“KCIF menjadi ruang belajar. Wawasan yang luas penting untuk mengembangkan tenggang rasa dan rasa penghargaan pada manusia secara setara.”
Ruliyanto
(Koordinator Komite Media)
Divisi Media dan Knowledge Management Mitra Wacana dan Relawan LETSS Talk
“KCIF2026 bukan sekadar forum diskusi, tetapi ruang untuk menumbuhkan gagasan, memperkuat kolaborasi, dan mewariskan pengetahuan. Setiap pengalaman yang dibagikan hari ini akan menjadi inspirasi dan pembelajaran bagi langkah perubahan di masa depan.”
Hanifa Paramitha Siswanti
(Anggota Komite Media)
Penyiar TVRI Jabar; Anggota AJI Bandung; Relawan LETSS Talk
“Turut berkarya di balik layar KCIF2026 adalah langkah kolaboratif dan inklusif dalam membangun pengetahuan, memperkuat partisipasi publik, dan mendorong keadilan sosial di masyarakat.”
Yngvie A. Nadiyya
(Anggota Komite Media)
Divisi Media dan Knowledge Management Mitra Wacana
“KCIF menjadi suatu pembelajaran bagi saya bahwa kita tidak bisa melakukan perubahan hanya sendirian. Maka KCIF menjadi ruang untuk menghimpun energi, sumber daya, serta pengetahuan yang kelak akan kita tuai bersama-sama hasilnya.”
Robi Setiyawan
(Anggota Komite Media)
Divisi Media dan Knowledge Management Mitra Wacana
“KCIF 2026 menjadi salah satu event global yang pernah diikuti dalam berkreativitas dan berkarya.”
Diah Ayu Lestari
(Anggota Komite Media)
Universitas Sumatera Utara (USU)
“Setiap waktu dan tempat merupakan bagian dari belajar. Menjadi bagian dari KCIF adalah bagian dari tempat untuk mencoba belajar dengan pengalaman baru, serta menambah pengetahuan dari hal-hal kecil. Semoga langkah ini menjadi pengalaman yang terbaik untuk menambah hard skill dan soft skill di kemudian hari.”
Della Rossa Br Sembiring
(Tim Komite Media KCIF2026)
Universitas Sumatera Utara (USU)
“KCIF2026 kali ini menjadi salah satu event global yang pernah diikuti dalam mengembangkan diri menjadi lebih baik di masa yang akan datang.”
Jelita Gultom
(Anggota Komite Media)
Universitas Sumatera Utara (USU)
“Berproses bersama KCIF adalah sebuah kehormatan. Sebuah ruang yang mempertemukan pengalaman, memperkaya perspektif, dan menguatkan langkah dalam gerakan feminis di Indonesia.”
Vicky Rifai Adriansyah
(Tim Komite Media KCIF2026)
Universitas Sumatera Utara (USU)
“KCIF adalah wadah yang dibentuk untuk melihat lebih dekat kehidupan ‘mereka’ yang sering berada di pinggir dan tak terdengar. Forum ini menyadarkan saya bahwa feminisme tidak selalu tentang siapa yang tertindas, lebih dari itu, ini tentang keberanian: keberanian untuk hadir, keberanian untuk mendengar, dan keberanian untuk berpihak. Perlu saya pahami, perjuangan dapat dimulai dari hal-hal sederhana “memastikan tidak ada suara yang dianggap terlalu kecil untuk didengar.”
Desi Indi Ola Sari
(Tim ERC USU, Technical Team)
Universitas Sumatera Utara (USU)
“Sebuah kesempatan untuk belajar, bertumbuh, bertemu orang-orang baru, dan mendapatkan pengalaman yang berharga. Semoga perjalanan di KCIF menjadi langkah baru untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi positif.”
Nadya Najmi Putri
(Technical Assistant)
Universitas Sumatera Utara (USU)
“Setiap kesempatan selalu punya cerita dan pelajaran baru. Menjadi bagian dari KCIF adalah ruang untuk mencoba, berproses, dan memberikan arti melalui hal-hal kecil yang dilakukan bersama. Semoga langkah ini menjadi pengalaman yang membawa banyak cerita baik ke depannya.”
Eikel Armanta Sinulingga
(Technical Assistant)
Universitas Sumatera Utara (USU)
“Bergabung dengan KCIF adalah kesempatan berharga bagi saya untuk bisa memperdalam wawasan mengenai isu feminisme dan inklusivitas, serta mengasah perspektif kritis dalam memahami kompleksitas dinamika gender dan kelompok marginal.”
Christa Dewi A. Sembiring
(Technical Assistant)
Universitas Sumatera Utara (USU)
“Keikutsertaan dalam KCIF 2026 menciptakan pengalaman dinamis dan nyaman melalui diskusi ilmiah dalam membangun pemahaman, memperkuat hubungan sosial, serta menjawab tantangan masyarakat di ruang perubahan yang semakin kompleks. Partisipasi ini menjadi wadah untuk berkontribusi dalam menghadirkan perspektif dan pemikiran baru dalam dialog antarbidang keilmuan.”